Warga Kampung WR

Tampilkan postingan dengan label Cerpen Award WR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Award WR. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Agustus 2011

CERPEN AWARD JULI-AGUSTUS: SISINGAAN




Cerpen Petra Shandi

Dari kejauhan sayup-sayup terdengar alunan irama Ketuk Tilu [1]mengiringi para Penari kesenian tradisional Sisingaan[2]. Meski peluh membasahi wajah, Cecep masih bisa bersemangat tersenyum sambil memainkan odong-odong berbentuk boneka singa itu.  Arak-arakan melelahkan hampir satu km tidak dirasakannya lagi saat melihat antusias warga yang turun ke jalan hanya untuk melihat aksiSisingaan dari Grup kesenian Bunihayu . Diantara penonton itu nampak Sri yang menyaksikan penuh takjub melihat kelincahan Cecep beratraksi  memainkan Sisingaan-nya.   Pemuda itu  tahu Sri pasti sedang memperhatikan dirinya saat ini.  Mungkin itu salah satu penyebab kenapa permainannya begitu bagus.

“Capek Kang?” Sri menyodorkan segelas besar air teh padanya.
“Ah, Akang[3] mah sudah biasa Neng, gak terasa capeknya” Cecep tersenyum seraya menerima gelas yang disodorkan Sri.

Sabtu, 02 Juli 2011

Cerpen Award Juni: TURUN RANJANG


Cerpen Hylla Shane Gerhana

            PUCUK-PUCUK SUKUN yang merindang di samping rumah menggapai rembulan lalu menggantungnya di kamarku. Hujan semalam telah merenjiskan semerbak harum melati dari luar jendela. Kerukunan malam yang kulihat di langit begitu sempurna. Begitu Agung karya cipta-Mu ya, Rob…Langkahku terasa lemah, semakin dalam lagi aku dicengkram fatamorgana. Tebing tanah basah di pinggir jalan setapak di ujung sana, seperti garis wajahmu yang selalu sejuk meneduhkan. Namun kasih sucimu seolah bermukim di hayalanku saja. Sementara kabut putih melintasi jalanku, tercipta sekat dalam hati kita. Walau kita sangat dekat dalam jarak tapi terasa sangat, ribuan mil jauhnya secara psikologis.
          Sinar rembulan yang temaram memperlelap Tahnia dalam pelukan Salima. Gadis mungil itu begitu lucu. Wajahnya begitu pasrah dibelai malam yang merangkak perlahan. Wajah Salima mirip sekali dengan si bungsu Tahnia. Aku tersenyum menatap foto istriku. Senyum yang pahit.

Rabu, 01 Juni 2011

Cerpen Award WR bulan Mei: Mencari Cinta Sejati



Cerpen: Fitri Cook-Bomer*
*Warga Kampung WR 04

1 Desember 2007
          “Maaf ya, aku harus meninggalkan kamu... Aku harus pergi ke luar negeri,” wanita itu mencampakkanku di tengah derasnya hujan. Aku hanya dapat memandangnya penuh tanya. “Pasti nanti kamu mendapatkan seseorang yang lebih baik dari aku, maaf...,” wanita itu berlari dan bayangnya tenggelam di derasnya hujan.
          Aku kebasahan. Aku coba pandang langit, tapi tak bisa. Hujan terus membasahi mataku. Membasahi tubuhku. Tapi hujan tak dapat menghapus luka di hatiku. Lagi-lagi aku dicampakkan.

***